PERAN PEMUDA-PILPRES 2009

PERAN PEMUDA-PILPRES 2009
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang nantinya akan menjadi pemimpin menggantikan pemimpin-pemimpin saat ini. Artinya dipundak pemuda/i lah nantinya nasib bangsa ini berada. Pemuda/i inilah nantinya yang menentukan bagaimana nasib bangsa ini kedepan. Suka tidak suka , mau tidak mau pemuda/i Indonesia harus menerima tanggung jawaab tersebut.

Sejarah telah membuktikan bahwa peran pemuda/i sangat penting dalam suatu perkembanga bangsa. Hal ini jelas kita dapat lihat daro sejarah indonesia sendiri, mulai dari berdirinya budi utomo, yang kita lebih kenal dengan hari Kebangkitan Nasional, kemudian pada tahun 1928 Pemuda/i indonesia menggelar sumpah pemuda yang berisi Berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Dari Kedua momen yang dipelopori oleh pemuda/i inilah cikal bakal perjuangan melawan penjajahan secara Nasional dalam bentuk persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Peran pemuda juga sangat terlihat dalam penentuan kemerdekaaan Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945, dimana pada saat setelah terjadi pengeboman naga saki dan hirosima oleh sekutu, pemuda/i Indonesia berpikir bahwa momen itu sangat tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan indonesia, sehingga pada saat itu para pemuda/i indonesia menculik soekarno dan hatta agar memproklamasikan kemerdekaan indonesia. Kejadian ini kita kenal dengan Pristiwa Rengas denklok.

Setelah Indonesia merdeka , Peran pemuda/i Indonesia juga masih terlihat, yaitu pada tahun 1966, yang mengusung isu TRITURA ( TIGA TUNTUTAN RAKYAT ), yang akhirnya dijawab oleh SUPERSEMAR yang sampai saat ini masih kontreversial keberadaannya. Semenjak itu ORDE LAMA diganti menjadi ORDE BARU dibawah kepemimpinan Soeharto.

Pada jaman Orde baru, peran pemuda juga masih sangat terlihat. Pristiwa malari 1974 , merupakan sebuah pristiwa dimana pemuda/i (mahasiswa/I) menuntut anti modal asing. Semenjak pristiwa itu pergerakan dan suara pemuda/i sengaja dibungkam oleh pihak penguasa. hingga pada pada tahun 1997 pemuda/i Indonesia kemabali berperan dalam menggulingkan pemeritahan Orde Baru yang dianggap telah otiriter dan mengekang kebebasan berpendapat rakyat, yang lebih kita kenal dengan istilah reformasi.

12 Tahun reformsi telah berlalu, tapi perubahan yang diharapkan yang diharapkan pemuda belum begitu maksimal. Padahal telah diadakan 2 kali pemilu sebagai wujud dari kedaulatan rakyat. artinya agenda dan harapan reformasi belum sepenuhnya dapat diperjuangkan diwjudkan oleh pemerintah.

Bila kita kaji lebih lanjut maka peran pemuda/i Indonesia hanya terlihat jelas pada tahun 1997, sedangkan pada PEMILIU1999 dan 2004 pemuda/i indonesia tidak memiliki peran yang cukup berarti. Hal ini mengakibatkan agenda dan harapan reformasi yang mengorbankan banyak nyawa itu hanya sekedar isu mengangkat para calon-calon pemimpin kita. Padahal momen itu sangat penting bagi agenda dan harapan reformasi menuju Indonesia lebih baik.

Momen itu telah berlalu, sekarang kita kembali dihadapkan pada momen serupa yaitu PILPRES 2009, maka sebagai generasi penerus bangsa perlu kita pertanyakan apa yang dapat kita berikan kepada bangsa dan tanah air ini sehingga bangsa dan tanah air kita menjadi lebih baik. Hal ini perlu kita pertanyakan karen PILPRES ini merupakan momen yang sangat penting dan tepat dimana bisa dikatakan PILPRES 2009 ini merupkan momen penentu bagaimana dan kemana Indonesia melangakh 5 tahun kedepan.

Dalam menghadapi PILPRES 2009 yang sebentar lagi kita laksanakan peran pemuda juga telah mulai terlihat, akan tetapi peran pemuda/i itu telah terkotak-kotak dan terpecah belah serta tidak independen lagi. Faktanya ada kelompok pemuda yang mendukung salah satu Calon.

Ironisnya, Pemuda/i itu saling menyerang dan saling menjatuhkan karena Fanatisme terhadap seoarang calon. Hal ini dapat kita lihat jelas pada Forum-forum dan berbagai situs-situs jaringan sosial. Situasi dan kondisi ini sangat menyedihkan dimana idealnya pemuda itu bersatu dan menjaga persatuan. Tapi kenyataannya malah mereka saling menghujat dan membuka konfrontasi.

Bagimana nantinya bangsa ini, jikalau saat ini generasi penerusnyapun telah terpecah belah dan terjadi semacam permusuhan. Hal ini sangat akan merugikan bangsa ini. seharusnya Pemuda/i bersatu dan menyatukan barisan untuk memberi peran dalam mengawal perjalan demokrasi Indonesia menjadi bangsa yang besar menuju Indonesia yang adil dan makmur.

0 komentar:

Berbagi OPINI

Subscribe Bookmark and Share

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 Subscribe in a reader

Yahoo bot last visit powered by Scriptme Google bot last visit powered by Scriptme