PANCASILA 64 TAHUN

PANCASILA 64 TAHUN
Di sebuah desa hiduplah seorang kakek yang mempunyai lima orang anak, dari kelima anak tersebut dia memperoleh 34 cucu yang manis-manis dan cerdas. Anak-anak kakek tersebut hidup rukun dan damai, mereka taat beribadah, mempunyai budi pekerti yang luhur dn cinta sesamanya, selalu menjaga keutuhan keluarga, setiap ada persoalan mereka selesaikan dengan musywarah dan gotong royong, dan mereka juga selalu berlaku adil, sehingga setiap keluarga dari anak-anak kakek tersebut hidup mapan dan selalu berlaku adil bagi sesamanya.
Hal ini tidak terlepas dari pengajaran dan didikan dari sang kakek, dimana dalam hidup ini ada lima dasar yang harus dipegang teguh oleh anak-anaknya yaitu ;Berketuhanan, Berkemanusian, Bersatu, Bermusyawarah Gotong royong, Berkeadilan. Ke lima ajaran dari sang kakek yang selalu dingat dan dipedomani oleh anak-anaknya sehingga menghasilkan 34 cucu-cucu yang manis dan cerdas.

Melihat hal ini Sang kakek sangat bahagia, dia begitu bangga dengan anak-anaknya begitu juga cucunya. Di umurnya yang akan memasuki 64 tahun, wajah kakek tersebut masih terlihat muda dan gagah serta penuh semangat.

Pada hari jadi kakek yang ke 64 tahun, anaknya beserta cucunya berkumpul dirumah sang kakek. Setian anak membawa kado Ulang tahun, demikian cucunya juga tidak ikut ketinggalan mereka juga membawa kado untuk diberikan kepada sang Kakek tercinta hasil dari karya mereka masing masing.

Melihat hal itu sang kakek sangat terharu dan sangat bahagia sampai mengeluarkan air mata, dan kemudian berucap, Anak-anak dan cucu-cucuku, melahirkan dan melihat kelahiran kalian adalah karya terbesarku, melihat pertumbuhan kalian merupakan saat-saat yang bermakna bagiku, pemberian kalian merupakan hal terindah yang ada pada hidupku.

Dari sepenggal cerita fiktif diatas, siapun manusia dimuka bumi ini pasti berharap dan berkeinginan hidup seperti si Kakek. Dia dapat menikmati hari tuanya dengan penuh senyuman kebahagiaan.

Bila hal ini, kita hubungakan dengan peringatan hari kelahiran Pancasila yang juga ke 64, maka Sebagai seorang rakyat indonesia yang mengakui bahwa Pancasila sebagai dasarnya ada beberapa yang harus pertannyakan yang perlu kita renungkan yang kemudian kita jawab yaitu:
apakah kita telah menerapkan dan berpedoman kepada lima dasar yang ada pada pemikiran dan prilaku kita?
Apakah ke 5 dasar tersebut telah kita ajarkan kepada anak cucu kita?
Apa yang telah kita berikan dan perbuat kepada Pancasila?

Idealnya sebagai rakyat bangsa Indonesia tentunya kita selayaknyalah seperti anak anak dan cucu sikakek, bila tidak maka sungguh hal ini sangat menyedihkan, dimana di usia Pancasila yang ke 64 (1 juni 1945 - 1 juni 2009) sudah sepantasnyalah Pancasila dapat menikamati masa tuanya, melihat indonesia hidup tentram, damai dan adil dan sejahtera, bukan malah melihat anak bangsa saling sikut menyikut untuk merebut kekuasaan, terkotak-jotak karena kepentingan.

Selamat Ulang Tahun Pancasila ke 64.

0 komentar:

Berbagi OPINI

Subscribe Bookmark and Share

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 Subscribe in a reader

Yahoo bot last visit powered by Scriptme Google bot last visit powered by Scriptme