Tampilkan postingan dengan label PILPRES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILPRES. Tampilkan semua postingan

KISRUH DPT PINTU MASUK KECURANGAN

KISRUH DPT PINTU MASUK KECURANGAN-Banyaknya Pemilih Ganda maupun pemilih yang sudah meninggal, dan dibawah umur yang terdaftar di DPT meupakan pintu masuk untuk melakukan kecurangan. Karena dengan adanya Hal diatas pada DPT, maka kemungkinan melakukan kecurangan pada waktu pemilihan sangatlah besar.

Menurut Pemuda Indonesia Baru hal ini sangat rasional dan . Adapun cara atau proses kecurangan dengan memanfaatkan Kisruh DPT adalah sebagai berikut:
a. Pada TPS
  1. Pemilih Ganda, meninggal, dibawah umur, dan tidak jelas yang ada di DPT akan dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan dengan cara, Menyuruh orang lain yang tidak terdaftar untuk memilih Calonnya dengan iming-iming akan mendapatkan imbalan tentunya.
  2. Menyuruh pemilih yang terdaftar untuk memilih calonnya dengan cara mencontreng beberapa kertas suara yang seyogianya untuk pemilih yang ganda tersebut.
  3. Calon Pemilih yang sudah diprediksikan bakal tidak memilih calonnya tidak dimasukan pada DPT. Untuk Menghindari jumlah DPT tidak berkurang ataupun supaya memenuhi maka dimasukanlah pemilih ganda maupun yang sudah meninggal bahkan dibawah umur.
  4. Di TPS pada umumnya pemilih tidak pernah memperhatikan no berapa dia dan berapa jumlah pemilih sebelumnya, artinya berapa yang mengguankan hak pilihnya pada TPS tersebut tidak diketahui oleh pemilih, begitu juga saksi. dan kebanyakan para pemilih langsung pulang kerumah. Dalam hal ini juha peluang uttuk melakukan kecurang sangat besar dengan memanifulasi jumlah pemilih.
Beberapa hal diatas telah terjadi di Timika-Papua dimana ada pemilih yang mencontreng lebih dari satu kertas suara, di sumatera Utara, Kepala desa memiliki ratusan kertas suara, seorang anak berumur 10 tahun ikut memilih, anak ini tentunya disuruh, bebarapa orang menjadi pemilih palsu menggunakan fomulir C4 tapi bukan atas nama dirinya.

b. Pada PPS.
  1. Setelah selesai penghitungan Pada TPS maka kotak suara dan sisa kertas suara dibawa Ke PPS yang selanjutnya nanti dibawa ke PPk. Pada PPS, petugas PPS memanfaatkan waktu untuk membenahi apa yang kira-kira perlu ditambahi dan dikurangi. Segel Kotak bukan persoalan rumit.Peran saksi disini juga tidak begitu ditakutkan, karena pada umumnya saksi hanya mengikuti sampai PPS dan bahkan tidak jarang hanya sampai pada tahap penghitungan di TPS.
  2. Pada PPS ini juga bisa dilakukan kecurangan apabila sewaktu di TPS tidak dapat dilakukan. Caranya adalah dengan memanipulasi data, karena dibeberapa TPS setelah penghitungan suara Plano tidak ditempelkan. Karena siap pemilihan TPS sudah harus dibongkar.
c. PPK
Pada PPK disini lebih cenderung penyesuain data supaya, tidak terlampau mencolok supaya dapat meminimalkan kecurigaan.

d. KPUD
Penyesuaian Data, dan bila ada komplain. KPUD hanya tingal Lempar bola sana sini.

e. KPU
Menghitung dan mengumumkan serta menetapkan. dan bila ada komplain tinggal lempar bola sana sini.

Dengan propaganda yang jitu maka kecurangan yang sistemik dan rapi diatas maka hampir kecurangan tersebut tidak terlihat, dan bahkan sulit dibuktikan. Untuk itu kepada isu sekuat apapun pihak yang menyatakan bahwa pilpres ini curang, hanya akan menjadi wacana belaka. Marilah kita serahkan semua kepada Tuhan, Semoga Indonesia bisa tabah menghadapi dan menjalani kehidupannya 5 tahun kedepan. Dan kita hanya bisa berharap semoga dibalik itu semua ada niat baik dan ketulusan hati untuk membangun bangsa kearah yang lebih maju. Karena terkadang untuk melaksanakan idealisme seseorang harus ditempuh dengan langkah pragmatisme yang kotor. Semoga saja Ideal untuk kita semua.

Gambaran Skenario Kecurangan Pilpres

Gambaran Skenario Kecurangan Pilpres-Banyak Pihak berpendapat bahwa Pilpres 2009 yang telah berlangsung kemarin dipenuhi dengan kecurangan walaupun dilain pihak ada yang menyatakan bahwa pilpres 2009 kemaren berjalan dengan aman dan lancar. Untuk sementara berdasarkan hasil quickcount yang diperoleh dari beberapa lembaga survey dan realcuont dari KPU, yang memenangkan Pilpres 2009 ini adalah pasangan dengan nomor urut 2 SBY-Boediono dengan perolehan suara diatas 50 %.

Bila hal ini terus bertahan sampai penghitungan suara Realcount KPU rampung, maka pilpres 2009 hanya akan berlangsung satu putaran. Hal ini sesuai dengan hasil survey yang dilakukan oleh lembaga survey yang didanai oleh konsultan politik dari salah satu Capres.

Sebelum dilaksanakannya Pilpres 2009 banyak pihak berpendapat bahwa Pilpres 2009 ini sarat dengan scenario kcurangan. Indikasi adanya kecuarangan itu dilihat dari adanya pengarahan isu satu putaran ditambah banyaknya pejabat-pejabat birokrasi yang ikut serta mendukung salah satu calon yang notabene juga calon incumbent.

Menurut Pemuda Indonesia Baru sendiri kecurangan pada setiap momen politik pasti ada apalagi momen politik sebesar Pilpres. Indikasi kecurangan Pilpres bisa kita lihat dari fakta yang ada sebelum terlaksananya Pilpres 8 juli (baca: Kecurangan Pilpres 2009).

Pada pelaksanaan Pilpres 2009 8 juli kemarin kita juga banyak melihat kecurangan-kecurangan yang terjadi sewaktu pemilihan sedang berlangsung. Adanya pemilih yang memilih lebih dari sekali, pemilih juga memiliki beberapa kertas suara, dan sudah adanya kertas suara yang telah ditanda-tangani oleh KPPS begitu juga dengan Plano.

Beberapa bentuk kecurangan diatas tentunya ada pihak yang berkepentingan, siapa pihak tersebut dalam hal ini tentunya perlu penyelidikan lebih lanjut. Yang pasti hal ini tentunya sangat merugikan calon yang kalah maupun yang menang. Karena hal ini sangat-sangat menodai demokrasi Indonesia yang saat ini sedang berkembang.

Menanggapi pernyataan Presiden SBY sewaktu menjawab pertanyaan wartawan mengenai indikasi kecurangan sewaktu kofrensi pers di Bogor, SBY menyatakan bahwa Kecurangan Pilpres 2009 bisa saja terjadi tetapi sangat kecil kemungkinan karena diawasi oleh berbagai pihak baiik dalam negeri maupun luar negeri, jika adapun kecuarangan tersebut marilah kita selesaikan lewat jalur hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemuda Indonesia Baru berpendapat bahwa sebagai presiden seharusnya bukan menghimbau akan tetapi memerintahkan pihak terkait untuk menyelidikinya sampai tuntas. Adanya pengamat luar negeri pada pilpres ini juga bukan berarti kecuarangan dapat diminimalkan, karena pihak luar negeri juga mempunyai kepentingan terhadap siapa yang bakal menang pada Pilpres 2009 ini. (Baca : Campur Tangan Asing Dalam Pilpres) . Jadi kecurangan pilpres 2009 ini sangat halus dan sistematis dan telah direncanakan dengan mendekati sempurna.

Menurut Pemuda Indonesia baru scenario kecurangan ini melibatakan banyak pihak yang mempunyai peran masing-masing, Mulai dari membangun opini public sampai pada tahap action dilapangan. Pihak-pihak yang berperan itu menurut hemat pemuda Indonesia baru adalah, Media Informasi sebagai propaganda membangun opini public dan rasionalisasi , Pengamat luar negeri sebagai alat rosionaliasi transparency, Penyelenggara Pimilihan sebagai alat legitimasi. Pejabat birokarsi sebagai alat peninjau dan penekan, Pihak keamanan sebagai alat pengamanan kecurangan, dan pihak-pihak yang soalah-olah independent sebagai alat netralisir.

Setiap tahapan pelaksanan scenario telah diisi oleh pihak-pihak yang berperan, dan pos-pos itu sudah ada pada setiap tahapan pelaksanaan pilpres baik sebelum pelaksanaan (Propaganda), dan sewaktu pelaksanaan (Pihak penyelenggara pemilu dan peninjau dan pengamat) serta sesudah pelaksanaan/pengitungan suara (Propaganda, pihak pengamanan, penyelenggara pemilu).

Dari uraian diatas maka kita dapat tarik sebuah kesimpulan siapa yang dapat memegang kendali atas pos-pos diatas maka, dia yang akan jadi pemenang bila sipemegang kendali tersebut berkeinginan curang . Maka kecurangan tersebut akan sangat sulit dibuktikan kecuali rakyat sendiri yang membuktikan kecurangan tersebut, dan pada umumnya rakyat tidak peduli dan lebih cenderung nerimo.

Terlepas apakah pilpres 2009 ini curang atau tidak kehidupan berbangsa dan benegara Indonesia harus terus belanjut. Setiap goresan contrengan yang ada pada kertas semua berisi harapan agar Indonesia dapat lebih maju dan rakyat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik sebagai langkah awal menuju Indonesia baru, Indonesia adil dan Makmur

KISRUH DPT SKENARIO SATU PUTARAN

KISRUH DPT BAGIAN SKENARIO SATU PUTARAN,
Pilpres 2009 tinggal 3 hari lagi, akan tetapi masih banyak hal yang belum siap yang sifatnya substansial yakni mengenai DPT (Daftar Pemilik Tetap). Dimana DPT pada Pilpres saat ini masih belum lengkap, masih banyak rakyat belum terdaftar dan angakanya diperkirakan sampai puluhan juta orang.

Kejadian ini sebenarnya sudah terjadi pada Pileg 2009 april kemarin, dan pada pasca pileg itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam hal ini sebagai penyelenggara pemilihan umum dikambing hitamkan oleh pemerintah. Padahal tugas KPU hanya pemutahiran DPT bukan sensus penduduk, jadi data yang diolah datang dari Pemerintah melalui Kepala-kepala daerah.

Tapi entah kenapa KPU terkesan legowo ketika mereka dikambing hitamkan, padahal kesalahan bukan ada pada mereka sepenuhnya. Sikap KPU menerima tanggungjawab ini kesannya untuk melindungi kepentingan politik pihak tertentu. Jadi sudah ada semacam main mata ataupun kerjasama yang apik diantara mereka.

Tentang Kisruh DPT pada Pileg april 2009, ada kelompok yang menyatakan dirinya kelompok Teuku umar yang terdiri dari beberapa partai mencoba mengkritisi dan melakukan gerakan perlawanan, akan tetapi hal itu hanya sebatas wacana yang sifatnya move politik sekaligus mendapatkan posisi tawar politik. Mereka berencana memboikot PIlpres, tapi hanya dengan manuver UU darurat/Perpu capres tunggal dari pihak pemerintah, gerakan boikot tersebut lempem dan masalah kisruh DPT Pileg lenyap ditelan kecurangan.

KPU pada saat itu berjanji akan memperbaiki DPT pada pilpres 2009. KPU memang memperbaiki DPT, hal ini ditandai adanya peningkatan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT. Akan tetapi masih jauh dari harapan ternyata masaih ada puluhan juta rakyat pemilih belum terdaftar ditambah DPT Ganda. Artinya Kinerja KPU mengenai DPT kembali mendapat sorotan.

Maka timbul pertanyaan bagi kita, Begitu sulitkah mendata Penduduk Indonesia. Jawabannya Tidak!!! karena Indonesia memiliki Badan Pusat Statistik yang kerjanya adalah mensensus penduduk indonesia.
Bila memang data BPS itu sudah sesuai dengan dengan data KPU, berarti banyak sekali penduduk gelap yang ada di indonesia.

Menurut pengamatan Pemuda Indonesia Baru, Kisruh DPT Pileg dan Pilpres 2009 merupakan skenario Politik dari pihak yang mempunyai kepentingan politik pada kedua momen itu. Kisruh DPT ini merupakan bagian dari skenario satu putaran. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa hal yakni :
  1. Kisruh DPT hanya terjadi pada daerah-daerah yang merupakan basis-basis partai tertentu.
  2. Tidak dibenarkanya KTP sebagai pengganti kartu pemilih jadi ada kesan adanya pembatasan pemilih.
  3. Adanya indikasi unsur sengaja daru pihak penyelenggara untuk tidak memutakhiran DPT.
  4. Pihak penyelenggara menerima tanggung jawab dari kekisruhan tanpa mengikutsertakan pemerintah. jadi ada indikasi pihak penyelenggara melindungi pemerintah.
  5. dll.
Beberapa hal diatas merupakan sebuah gerakan pembatasan pemilih. Pembatasan ini tentunya akan membuka peluang lebih besar terjadinya satu putaran, ditambah orang-orang yang ada dalam DPT sudah diatur sedemikian rupa, dimana yang terdaftar sudah hampir dipastikan memilih salah satu calon. Dengan wacana satu putaran dan pembatasan DPT ini maka satu putaran bukan hanya sekedar wacana akan tetapi menunggu kenyataan. Selamat mengikuti!!

KECURANGAN PILPRES 2009

KECURANGAN PILPRES 2009-Pilpres 2009 telah memasuki babak minggu tenang. Masa kampanye sudah berlalu, sekarang masyarakat tinggal menetapkan dalam hati siapa yang akan dipilih pada tanggal 8 juli 2009 nanti. Waktu kampanye 1 bulan memang bukan waktu yang cukup untuk mengenal siapa yang sebenarnya yang layak menjadi Presiden indonesia 5 tahun kedepan.

Dari ke 3 pasangan Capres yang berkompetisi memang sudah sangat populis dimata masyarakat indonesia karena mereka bukanlah wajah baru dalam alam politik indonesia. Artinya ketiga capres tersebut telah kita kenal secara fisik akan tetapi secara pemikiran tentunya hal ini masih samar. karena politik bukan hanya sebatas pribadi capres melainkan siapa disekelilingnya yang sarat dengan kepentingan diluar dari diri si capres itu sendiri.

Ketiga Capres Telah sepakat dengan PILPRES DAMAI , akan tetapi apakah orang sekelilingnya sepakat dengan hal itu? hal ini tentunya belum kita ketahui secara pasti. Karena belum ada kesepakatan diantara mereka.

Adanya pendukung yang sarat dengan kepentingan dan tidak adanya deklarasi Pilpres damai sesama pendukung Capres. Membuat kita harus waspada terhadap gerakan politik yang dapat mencoreng wajah demokrasi kita.

Sebagai Pendukung yang sarat dengan kepentingan serta telah banyak menghabiskan tenaga dan materi tentunya setiap pendukung capres mau ayam jagonya menang. Hal inilah terkadang membuat Pendukung capres ini melakukan gerakan yang tidak baik bahkan menjurus curang.

Hal ini dapat kita lihat pada masa kampanye, banyak sekali gerakan politik yang diluar dari nilai-nilai demokrasi seperti halnya, selebaran gelap, isu rasis, isu agama, sampai gerakan merasionalisasi Pilpres satu putaran dengan alasan penghematan.

Adanya pimpinan daerah dan lembaga-lembaga lain yang ikut mendukung salah satu capres tentunya membuka peluang untuk melakukan kecurangan untuk memenangkan salah satu capres.

Dari uraian yang mungkin kurang lugas diatas maka, pemuda indonesia baru menyimpulkan bahwa Pilpres 2009 ini akan penuh dengan kecurangan. Hal ini merupakan hipotesa, semoga saja terbantahkan dengan niat baik para pihak yang ikut serta dalam proses pilpres 2009 ini dalam memajukan bangsa ini menjadi bangsa yang demokratis. Mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing.

Isu Satu Putaran Rasionalisasi Kecurangan

Isu Satu Putaran Rasionalisasi Kecurangan-
Pilpres 2009 di isukan hanya berlangsuang satu putaran. Hal ini berdasarkan sebuah hasil survey dari sebuah lembaga survey yang menyatakan bahwa salah satu Capres akan mendapatkan sekitar 67 % suara yang berarti tidak diperlukan putaran kedua karena telah memenuhi syarat 50+1 yang disyaratkan oleh UU.

Hasil Survey ini mendapat perhatian yang cukup besar dari berbagai kalangan khususnya Capres-Cawapres maupun tim suksesnya yang merupakan kompetitor dari capres yang dikabarkan menurut hasil survey akan menang dalam satu putaran.Hasil ini mereka anggap tidak rasional.

Menurut beberapa orang bahwa hal ini merupakan pengarahan yang tidak mendidik serta tidak realistis dan kesannya dibuat-buat karena Lembaga survey tersebut didanai oleh konsultan pemenagan salah satu calon. Akan tetapi hal ini dibantah oleh lembaga survey tersebut dengan menyatakan bahwa surevey tersebut diadakan sesuai dengan prosedur dan mekanisme survey yang benar dan kemungkinan kesalahanya hanya sekitar 2 %.

Melihat dari jumlah suara koalisi partai yang mendukung Capres yang mempunyai suara sekitar 51 % dari total suara pada Pileg April kemaren, hal ini memang rasional bahwa hanya ada satu putaran. Akan tetapi melihat banyaknya kader-kader partai yang yang membelot mendukung capres lain, hal itu dapat terbantahkan, ditambah hasil survey lembaga lain yang menyatakan bahwa Pilpres 2009 ini berlangsung dua putaran.

Belajar dari peran dan fungsi propaganda, maka isu ini dapat di indikasikan hanya sebuah alat untuk sebuah langkah untuk mencapi tujuan yang berfungsi sebagai hegemoni.Sehingga ada gerakan yang nantinya dapat tertutup atau dikaburkan, minimal menimalisir sebuah reaksi kontra. Yang jelas isu ini merupakan tahapan proses yang nantinya dapat menjadi sebuah rasionalisasi.

Batu Menjadi Sup Untuk Presiden

Batu Menjadi Sup Untuk Presiden
Alkisah pada jaman dulu ada seoarang pemuda yang mengembara dari satu desa kedesa lain untuk mencari arti hidup. Pada suatu hari pemuda tersebut sampai pada satu desa yang sunyi. Dipusat desa dia menemukan beberapa orang sedang duduk berbincang-bincang dan bertanya kepada mereka, apa yang sedang terjadi pada desa tersebut sehingga desa tersebut macam desa tidak berpenghuni. Penduduk desa itu menjawaba bahwa hal itu terjadi karena desa tersebut sangat menginginkan sup yang enak. Akan tetapi mereka tidak mampu membuatnya karena tidak mempunyai bahan-bahan. Hal itulah membuat orang desa tersebut putus kehilangan gairah untuk hidup.

Mendengar jawaban dari orang desa tersebut pemuda itu pergi kepinggiran desa dan mengambil sebiji batu krikil dan kembali kepada mereka. Kemudian pemuda itu berkata kepada mereka bahwa dia mampu membuat sup yang enak untuk mereka karena dia punya batu ajaib . Mendengar hal itu penduduk desa itu semua berkumpul di lapangan.

Setelah semua penduduk berkumpul pemuda tersebut meminta kepada penduduk agar menyediakan kuali yang besar yang telah diisi oleh air penuh dan ditempakan pada perapian. Sebagian penduduk bertanya tanya dan ada juga yang pesemis dengan hal itu. Tapi karena pemuda tersebut mengatakan mempunyai batu ajaib, penduduk desa tersebut hanya menurut saja.

Kuali telah berada ditungku perapian dengan air penuh. Pemuda tersebut memasuk batu "ajaib" nya tadi. Beberapa saat kemudian pemuda itu mengaduk dan mencecapnya dan berkata, sup enak, tapi alangkah lebih enak bila ditambahkan sedikit garam, seorang penduduk mengatakan bahwa dia mempunyai garam dan langsung mengambilnya kerumah. Pemuda tersebut memasukkan garamnya dan mengaduknya dan berkata ohh.. makin enak, tapi makin enak bila ada sedikit cabe. Seorang penduduk mengatakan dia punya cabe dan mengambilnya dikebun. Pemuda tersebut mengaduknya kembali dan menyatakan hal sama seperti awal sehingga bawang, daun prei, daun sup, kentang, wortel, dan daging dll ( Bumbu Sup) telah ada dan telah dimasukkan kedalam kuali.

Aroma Sup sudah menyebar dan baunya enak sekali, membuat penduduk desa nampak berseri-seri. Beberapa saat kemudian sup sudah masak. Pemuda tersebut mempersilahkan penduduk desa mencicipinya. Sungguh sup yang enak dan lezat. Penduduk desa tersebut sungguh gembira ria menikmati sup yang lezat tersebut.

Pendudk desa tersebut semu kebagian. Desa yang sepi tersebut kembali menjadi desa yang meriah dan punya gairah untuk melanjutkan hidupnya. Melihat hal itu pemuda tersebut pamit kepada penduduk desa tersebut. Penduduk desa terebut sangat berterima kasih kepada pemuda tersebut. Setelah berjalan beberapa langkah, seoarang penduduk berseru, hai pengembara batu "ajaib" mu ketinggalan. Pemuda itu berkata, simpan saja untuk kalian. Kemudia pendudk desa tersebut bertanya bagaiman menggunakan batu tersebut kalau mereka mau membuat sup. Pemuda itu menjawab, ada dan tanpa ada batu tersebut kalian tetap bisa membuat sup seperti tadi bila kalian membuat sup dengan cara seperti tadi.

Dari cerita diatas banyak sekali makna yang dapat kita peroleh yang bisa kita pelajari untuk kehidupan kita terkhusus bagi seorang pemimpin. Dimana seorang pemimpin haruslah mampu membuat hal kecil menjadi besar. Membuat rangsangan agar orang lain dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Karena banyak kelebihan dan kekurangan manusia bila disatukan akan menjadi kekuatan yang luar biasa.

Capres Caper

Capres Caper-Saat ini bila kita dengar atau baca Capres maka kita langsung berpengertian bahwa kata ini menyatakan Calon Presiden, artinya Capres adalah Akronim dari Calon Presiden. Kemudian apabila kita mendengar dan membaca kata Caper maka kita secara otomatis memaknai kata itu adalah Cari Perhatian. Kedua Akronim ini Capres dan Caper secara sepintas mirip dan hanya mempunyai perbedaan sedikit. Walaupun pengertian dari kedua istilah ini sangat jauh berbeda.

Walau mempunyai pengertian yang sangat jauh berbeda, tapi kedua istilah ini sangat dekat dan bisa dikatakan hubungan mereka sangat mesra dan akrab pada saat ini. Kemesraan kedua istilah ini bak romeo dan juliet, sendok dan garpu, sayur dengan garam. Artinya dimana ada Capres pasti disitu ada Caper.

Caper memang sangat perlu untuk Capres supaya Capres dapat perhatian dari masyarakat, sehingga dapat menarik simpati masyarakat dan pada akhirnya nanti masyarakat tersebut dapat memberikan perhatianya pada Bilik suara dengan memilih Capres yang Caper tadi. Hal ini Pemuda Indonesia Baru menyebutnya dengan Politik Caper.

Politik Caper yang dilakukan oleh para Capres ini dapat kita lihat dari prilaku-prilaku politik Capres . Mulai dari bersalaman dengan rival sesama Capres, membuat pantun, turun ketempat-tempat kumuh, bersalaman dengan masyarakat dan banyak memberikan salam kehormatan dan hal-hal lainnya.

Ironisnya, hal-hal yang selama ini tidak dianggap kini mendapat perhatian yang besar dari . Seperti Kasus Manohara, Ambalat, Kasus Prita dan yang lagi hot adalah Kasus penganiyayaan Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang bernama Siti hajar, sungguh-sungguh mendapat perhatian dari para Capres. Padahal selama ini kasus-kasus yang serupa tidak begitu banyak perhatian seperti pada saat ini.

Para Capres menunjukan bahwa mereka yang terbaik dengan memberikan padangan bagaiman nanti mereka memimpin bangsa ini 5 tahun kedepan dengan turun langsung kemasyarakat berdialog, salaman, dan bahkan ada acara peluk-pelukan segala.

Hal Ini memang sangat baik dan memang seperti inilah sejatinya seorang pemimpin. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa hal dilakukan menjelang Pilpres, bukan dari dulu-dulu semenjak Capres itu belum menjadi Capres maupun Cawapres, kemudian apakah perhatian seperti ini akan berlanjut setelah mereka nantinya terpilih?

Saat ini memang Capres suka tidak suka, mau tidak mau, harus pandai-pandai Caper masyarakat jikalau mereka ingin di pilih oleh rakyat. Akan tetapi diharapkan Capres Caper ini bila menjadi Presiden nantinya, akan berubah menjadi Presiden yang perhatian terhadap rakyat. Caper yang dilakukan Capres dan Cawapres saat ini mungkin mencari bagaimana sebenarnya bentuk perhatian yang diharapkan rakyat, sehingga pada saat nanti mereka jadi Presiden dan wakil Presiden betul-betul perhatian pada rakyat. Semoga!


MEMUDARNYA ISU NEOLIBERLISME- POLITIK PENGALIHAN ISU

MEMUDARNYA ISU NEOLIBERLISME KARENA POLITIK PENGALIHAN ISU - Ketika kita terlibat dalam sebuah pembicaraan, sering sekali dalam pembicaraan itu lari dari topik/isu pembicaraan dikarenakan adanya pengalihan topik/isu oleh seorang. Biasanya pengalihan topik pembicaraan secara tiba-tiba oleh seorang itu dikarenakan topik/isu yang dibicarakan sebelumnya tidak nyambung dengan atau topik tersebut dapat menjebak dia apalagi nantinya dapat membongkar keburukan dia.

Dalam pembicaraan-pembicaraan tidak resmi (misalnya di warung kopi), pengalihan isu/topik pembicaraan tidak menjadi persoalan bagi orang-orang yang ikut dalam pembicaraan itu, karena pembicaraan tersebut hanya sekedar untuk dibicarakan agar suasana tidak vakum. Lain halnya dengan Pembicaraan resmi, biasanya pembicaraan yang lari dari topik pembahasan apalagi dengan sengaja dialihkan merupakan sebuah masalah yang perlu diluruskan. Karena pebicaraan tersebut akan membias dan mengambang sehingga pembicaraan tersebut tidak akan menemukan konklusi (kesimpulan).

Beberapa waktu yang lalu isu Neoliberlisme sangat banyak dan hangat dibicarakan menjelang Pilpres 2009 kali ini. Hal ini dikarenakan seseorang dari pasangan Capres yang ikut dalam Pilpres 2009 ini di isu kan seorang penganut Neoliberlisme. Dimana menurut kebanyakan orang Neoliberlisme ini sangat tidak baik diterapkan di Indonesia karena selain bertentangan dengan Pacasila dan UUD 1945, sumber daya manusia indonesia yang masih lemah ditambah sebagian besar rakyat indonesia masih miskin.

Pro dan kontra isu neoliberalisme saat itu sangat menarik di ikuti dan memang penting untuk diketahui, karena hal ini menyangkut persoalan nasib dan arah bangsa kita tercinta kedepan. AKan tetapi Isu Neoliberalisme itu kian memudar dan hampir tidak dibicarakan lagi padahal apa yang menjadi kesimpulan (konklusi) dari topik itu sampai saat ini masih mengambang.

Memudarnya isu Neoliberlisme ini menurut Pemuda Indonesia Baru dikarenakan adanya unsur kesengajaan dari pihak yang merasa kepntingannya terganggu, sehingga pihak tersebut melakukan politik pengalihan Isu. Dengan memanfaatkan lembaga yang dianggap mampu serta didukung Media masa baik cetak maupun elektronik membuat isu yang dilemparkan cepat menjadi topik pembicaraan menggantikan isu sebelumnya.

Menurut Pengamatan Pemuda Indonesia Baru, ada beberapa isu yang sengaja dialihan sehingga isu sebelumnya menjadi kabur tanpa sebuah konklusi. Isu yang pertama adalah isu Kekisruhan Pemilu legislatif 2009 dialihkan dengan isu Kasus Pembunuhan yang meibatkan Ketua KPK antasari azhar, (baca : kasus Antasari Azhar Merupakan Pengalihan Isu )yang telah ditulis Pemuda Indonesia Baru beberapa waktu lalu. Kemudian Isu Neoliberlisme yang digantikan dengan isu hasil survey yang kontroversial.Ironisnya kedua pengalihan isu ini terjadi dikarenakan isu awala dapat membuat salah seorang Capres terganggu kredibilatasnya dimata masyarakat sehingga perlu
dikaburkan.

Dalam dunia politik hal seperti ini sah-sah saja,akan tetapi hal ini tidak baik untuk pendidikan politik bagi masyarakat, apalagi indonesia saat ini dapat dikatakan negara yang baru berkembang dalam ber demokrasi. Bila hal ini terus berlanjut maka mental dan karakter politik generasi penerus bangsa ini akan rusak.

Melihat hal ini Pemuda Indonesia Baru berharap, kepada Politisi agar kiranya jangan mementingkan kepentingan pribadi ataupun kelompok politiknya, tapi perhatikan juga kepentingan rakyat banyak yaitu pendidikan politik yang berkarakter dan bertangung jawab bukan politik buang badan dan lembar bola. Dan kepada Para Pemuda/i Indonesia generasi penerus bangsa agar kiranya belajar dari kesalahan menuju kebenaran. Karena belajar dari kesalahan bukan sesuatu yang salah apabila kesalahan itu itu perbaiki menjadi benar.

Hidup Pemuda/i Indonesia, Bersatulah Menuju Indonesia Baru.

By : Don Sisco P, SH

KRITERIA PRESIDEN PILPRES 2009

KRITERIA PRESIDEN IDEAL PILPRES 2009
Pelaksanaan Pilpres 2009 tinggal menghitung hari lagi. Itu artinya kita sebagai rakyat pemilih tinggal memiliki waktu sedikit untuk lebih mengenal calon Presiden dan calon wakil Presiden, dan berpikir mana Capres dan Cawapres yang memenuhi kriteria ideal manjadi pemimpin kita 5 tahun kedepan.

Dari ketiga capres dan wapres yang bertarung pada Pilpres 2009 ini, sebenarnya sudah cukup dikenal. SBY merupakan Presiden sekarang, jusuf kalla wakil Presiden sekarang, Megawati Soekarno Putri mantan Presiden sebelum sby. Demikian halnya dengan Cawapres yang mendamping para capres tersebut, Boediono yang berpasangan dengan SBY merupakan Gubernur Bank Indonesia yang semakin dikenal karena isu Neoliberalisme, Wiranto, mantan Pangab dan juga Capres yang diusung partai golkar pada pilpres 2004 kemaren, kemudian Prabowo Subianto, mantan Pangkostrad dan mantan menantu penguasa orde baru.

Ketiga Cawapres yang ada, Boediono dan Prabowo subianto masih baru terjun kedunia politik, tapi bukan berarti mereka tidak piawai berpolitik. Buktinya mereka dipilih partai besar untuk mendampingi capres yang mereka usung. Artinya kedua Cawapres ini juga mempunyai kelebihan dan posisi tawar tinggi di peta perpolitikan indonesia saat ini. Singkatnya ketiga pasangan Capres dan Wapres ini memang layak secara politis, tapi belum tentu memenuhii kriteria Presiden yang memimpin indonesia 5 tahun kedepan.

Diberbagai media, baik media cetak maupun elektronik kita temukan berita yang berisikan Kriteria Presiden yang ideal. Baik yang sumbernya dari pakar politik, pengamat, maupun dari hasil survey yang dilakukan oleh lembaga-lembag survey yang ada di tanah air.

Menurut hasil kajian pemuda indonesia baru sendiri ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh seorang capres dan cawapres agar mereka dapat memenuhi Kriteria Presiden ideal pada Pilpres 2009 ini. Kriteria itu sebenarnya tidak perlu susah mencari-cari atau dengan survey maupun dengan analisis yang dikatakan oleh banyak yang mangatasnamakan dirinya pakar maupun pengamat politik. Kriteria itu tidak jauh jauh dari ketiga pasangan Capres dan cawapres Pilpres 2009 kali ini. Ada 3 Poin Kriteria ideal yang harus dimiliki presiden kedepan adalah sebagai berikut yaitu :
Berbudi pekerti luhur, Kriteria pertama ini diambil dari jargon SBY-berbudi
Pro rakyat, Kriteria ini diambil dari jargon Mega-pro rakyat.
Mandiri, Kriteria ini diambil dari jargon Jusuf kalla-wiranto.

Ketiga Kriteria itu setidaknya harus dimiliki oleh Capres dan Cawapres agar dapat memimpin indonesia 5 tahun kedepan, karena sebagai pemimpin itu harus lah memiliki budi pekerti yang luhur, dan kebijakannya haruslah pro rakyat atau dengan kata lain lebih mengedepankan kepentingan rakyat, kemudian harus mampu mandiri tidak tergantung dengan pihak luar. sehingga dengan ketiga hal itu dapat tercipta indonesia berdaulat adil dan makmur.

PILPRES 2009 PEMUDA INDONESIA TERPECAH-BELAH

PILPRES 2009 PEMUDA INDONESIA TERPECAH-BELAH
Seperti yang telah Pemuda Indonesia Baru tulis sebelumnya, bahwa idealnya pemuda itu bersikap independen edukatif pada PILPRES 2009 maupun momen-momen serupa lainnya, karena Pemuda itu perlu bersatu bukan malahan terpecah belah karena mendukung salah satu calon apalagi masuk kedalam tim sukses mereka.

Indikasi terpecah belahnya pemuda pada PILPRES 2009 ini banyak kita jumpai pada milis, forum, dan situs-situs jaringan sosial. Aroma dukung-mendukung sangat jelas terlihat pada media-media tersebut. Ironisnya ada juga semacam black Campaign yang tanpa data dan fakta menyudutkan para Capres dan Cawapres yang ikut PILPRES 2009 ini.

Kebebasan berpendapat memang dilindungi dan diakui oleh Undang-undang. Dalam kebebasan berpendapat tentunya sering terjadi perbedaan karena latar belang sudut pandang. Hal ini sangat wajar di iklim demokrasi saat ini. Akan tetapi saat ini kebebasan berpendapat yang ada pada sebagian milis , forum, dan situs jaringan sosial tersebut, telah mengarah kepada hujat menghujat bahkan menyudutkan seseorang tanpa ada data dan fakta yang jelas karena adanya unsur fanatisme.

Situasi Seperti ini bisa saja akan menyebabkan konflik horizontal, sehingga Pemuda yang seharusnya sebagai generasi penerus bangsa akan nantinya sulit untuk duduk bersama dalam membangun bangsa kita ini.Hal ini akan sangat merugikan perjalan bangsa ini kedepan.

Pemuda seharusnya mampu menahan diri dari pertarungan kelompok tua ini. Jangan ikut-ikutan karena ambisi dan kepentingan yang sifatnya pribadi. Pemuda harus bisa melihat PILPRES 2009 ini merupakan kepentingan bangsa kedepan dan hasilnya nanti akan diwariskan kepada kita sebagai Pemuda. Bila saat ini kita sudah terpecah karena pertarungan kelompok tua, hal ini sangat berpotensi menjadi bom waktu yang siap meledak ketika nanti tongkat estafet itu telah berada ditangan kita, yanga nantinya akan sangat berakibat buruk terhadap perkembangan NKRI.

Jadi sebagai Pemuda, kita diharapkan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, jangan terpecah belah. Marilah kita menjadi kelompok independen yang edukatif demi pembaharuan indonesia yang lebih baik menuju indonesia baru.

Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.!!! Hidup Pemuda Indonesia.
Bersatulah menuju Indonesia baru.

Pilpres 2009 Quo Vadis Pemuda

Pilpres 2009 Quo Vadis Pemuda
Pilpres 2009 akan diadakan pada Tanggal 8 Juli 2009. Pada hari itu rakyat Indonesia akan memilih dan menyaksiakan siapa yang akan terpilih sebagai presiden indonesia 5 tahun kedepan.
Saat ini suasana Pilpres 2009 sudah sangat mulai terlihat, perang isu, pembentukan Tim sukses, baik tim sukses resmi dan non resmi alias siluman, dan hasil-hasil survey sudah mulai digelar. Manuver-manuver politik yang dilakukan politisi-politisi juga sering kita baca dan lihat bail dari media cetak maupun elektronik.

Dari ketiga Capres dan wapres pada PILPRES 2009 ini, umur mereka semua diatas 50 tahun alian sudah setengah baya. Artinya mereka tidak muda lagi alias sudah tua.Hal ini tentunya mengusik kesadaran kita, apakah Indonesia begitu, generasi calon pemimpin bangsa ini begitu jauh? ataukah pemuda/i Indonesia saat ini tidak diperhitungngkan? jika memang Pemuda dianggap terlalu muda alias belum cukup umur maka apa yang menjadi peran pemuda pada Pilpres 2009 ini ?

Pemuda yang merupkan generasi penerus bangsa seharusnya mengambil peran dan memiliki peran pada Pilpres 2009. Karena momen ini menentukan situasi dan kondisi seperti apa yang akan diwariskan kepada kita 5 tahun yang akan datang. Disamaping itu PILPRES 2009 ini dapat kita jadikan sebagai media belajar dan menimba pengalaman, agar supaya nanti ketika pada jaman kita sudah dapat mengambil langkah-langkah antisipatif,preventif dan mencari solusi yang lebih baik dari sebelumnya.

Menurut Pemuda Indonesia Baru, Peran dan sikap pemuda saat ini lebih baik dirahkan kepada sebagai kelompok independent- edukuatif, artinya pemuda jangan memihak kepada salah satu pasangan Calon Presiden yang manapun, akan tetapi lebih bijak bila peran pemuda bersikap kritis konstruktif kepada ketiga Capres dan Cawapres tersebut. Hal ini bertujuan supaya ada semacam mediator ataupun control politik Capres dan Cawapres dengan masyarakat, agr masyarakat tidak dibodoh-bodohi dan terhegemoni oleh kampanye iklan maupun isu-isu yang berkembang.

Bila hal peran ini dilakukan oleh pemuda/i, maka masyarakat akan mendapat pendidikan politik yang sangat berharga, sehingga masayrakat dapat memilih dengan sebuah kesadaran bukan karena kampanye iklan, sentimen yang berujung fanatisme,dan termakan isu-isu yang tidak jelas, apalagi dengan selembar kertas bernilai rupiah.

MEMILIH PRESIDEN PADA PILPRES 2009

MEMILIH PRESIDEN PILPRES 2009
Pemilihan Presiden Juli nanti rakyat Indonesia kembali dihadapkan pada sebuah pilihan. Pertama apakah kita memilih atau tidak/golongan putih, kedua siapa calon presiden dan wakil presiden yang kita pilih. Yang jelas apapun pilihan kita, haruslah berdasarkan dari sebuah kesadaran yang kritis, karena pilihan kita akan menentukan akan kemana kita melangkah..

Untuk menentukan sikap apakah kita memilih atau tidak/golongan putih pada PILPRES 2009 nanti maka ada beberapa hal yang harus kita ingat, pertimbangkan yaitu ;
1. Hak dan Kewajiban kita sebagai warga negara indonesia.
Hak dan kewajiban warga negara indonesia telah diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang ada, dalam hal Pemilihan umum hal itu jelas tertulis
pada UUD 1945, bahwa setiap warha negara berhak untuk dipilih dan memilih
yang selanjutnya diatur dalam bentuk UU(Klik:),PP dan pentunjuk-pentunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Penyelenggara KPU.

2. Tujuan dan fungsi diadakannya Pemilihan Umum.
Apa tujuan diadakannya pemilu tersebut kita harus ketahui agar supaya kita dapat memahami dengan jelas untuk apa pemilu itu diadakan.

3. Peran dan Tanggung Jawab kita sebagai Warga Negara Indonesia.

4. Manfaat dari diadakannya Pemilu bagi keberlangsungan Negara kita.

5. Fakta-fakta pemilu yang ada.

Hal ini perlu kita pertimbangkan supaya kita lebih memahami arti dan pentingnya kita pada pemilu.

Setelah kita mengetahui hal-hal diatas, diharapkan kita sudah dapat menentukan sikap apakah kita memilih presiden atau memilih tidak memilih alias Golput pada PILPRES 2009 juli nanti.Artinya sikap kita ada karena didasarakan oleh sebuah kesadaran, bukan karena ikut-ikutan.

Kemudian, setelah kita pilih untuk memilih, maka siapa yang kita pilih?. Dalam tahap ini kita lebih harus kritis untuk menentukan siapa yang menjadi pilihan kita, karena pilihan kita ini menentukan bagaimana bangsa ini berjalan untuk 5 tahun kedepan. Maka untuk itu kita harus lebih mengenal siapa calon kita luar dalam (jiwa dan Raga, Pemikiran dan Nurani).

Kita jangan terlena dengan apa yang kita lihat dan dengar, karena apa yang kita lihat dan dengar belum tentu semua benar, Artinya kita harus melihat fakta dan data yang benar-benar dan realistis.Dalam dunia Politik mengaburkan kesalahan, mempertontonkan kebenaran sesuatu hal yang sangat wajar, Karena politik adalah kepentingan. Tapi sebagai calon pemimpin bangsa yang besar dan baik seharusnya/idealnya pemimpin itu berani mengakui dan memperbaiki kesalahan serta meningkatkan kebenaran menjadi lebih baik.

Jadi sebelum memilih pada TPS ada langkah-langkah yang harus kita lakukan
mulai saat ini yaitu :

1. Kenali Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden anda.

- Visi-Misinya
- Sejarahnya
- PemikiranNya
- Budi pekertinya
- Hal-hal apa yang telah dia perbuat (Salah-benar dan Baik-buruk)
- Komitmennya
- Dll

2. Setelah anda mengenal figur calon tersebut maka kita harus memikirkan bila dia kita pilih maka bagaimana nanti Indonesia dibawah kepemimpinannya.Karena pemikiran dengan perbuatan saling mempengaruhi. hal ini berhubungan dengan kebijakan yang nantinya dikeluarkan ketika dia memimpin bangsa ini.

3. Kemudian pertimbangkan dengan kehidupan bangsa kita saat ini, apakah figur tersbut cocok dengan situasi dan kondisi kita saat, dan apakah pemikirannya tersebut dapat membawa kita menuju lebih baik.

Dengan berpikir dan merenungkan serta mempertimbangkan hal-hal diatas maka kita telah dapat menentukan pilihan siapa Capres dan wapres yang akan kita pilih pada PILPRES 2009 Nanti.

Jangan memilih karena Kesukuan karena kita semua Rakyat Indonesia.
Jangan memilih Karena Agama karena TUHAN kita ESA.
Jangan Memilih Karena Gender karena Laki-laki dan Perempuan sama-sama ciptaan Tuhan.
Jangan memilih karena Wajah atau bentuk badan.

Pilihlah... Pilihan Anda dengan Kesadaran kritis, Karena 5 MENIT DI TPS MENENTUHAN NASIB KITA 5 TAHUN KEDEPAN.

PERAN PEMUDA-PILPRES 2009

PERAN PEMUDA-PILPRES 2009
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang nantinya akan menjadi pemimpin menggantikan pemimpin-pemimpin saat ini. Artinya dipundak pemuda/i lah nantinya nasib bangsa ini berada. Pemuda/i inilah nantinya yang menentukan bagaimana nasib bangsa ini kedepan. Suka tidak suka , mau tidak mau pemuda/i Indonesia harus menerima tanggung jawaab tersebut.

Sejarah telah membuktikan bahwa peran pemuda/i sangat penting dalam suatu perkembanga bangsa. Hal ini jelas kita dapat lihat daro sejarah indonesia sendiri, mulai dari berdirinya budi utomo, yang kita lebih kenal dengan hari Kebangkitan Nasional, kemudian pada tahun 1928 Pemuda/i indonesia menggelar sumpah pemuda yang berisi Berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Dari Kedua momen yang dipelopori oleh pemuda/i inilah cikal bakal perjuangan melawan penjajahan secara Nasional dalam bentuk persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Peran pemuda juga sangat terlihat dalam penentuan kemerdekaaan Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945, dimana pada saat setelah terjadi pengeboman naga saki dan hirosima oleh sekutu, pemuda/i Indonesia berpikir bahwa momen itu sangat tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan indonesia, sehingga pada saat itu para pemuda/i indonesia menculik soekarno dan hatta agar memproklamasikan kemerdekaan indonesia. Kejadian ini kita kenal dengan Pristiwa Rengas denklok.

Setelah Indonesia merdeka , Peran pemuda/i Indonesia juga masih terlihat, yaitu pada tahun 1966, yang mengusung isu TRITURA ( TIGA TUNTUTAN RAKYAT ), yang akhirnya dijawab oleh SUPERSEMAR yang sampai saat ini masih kontreversial keberadaannya. Semenjak itu ORDE LAMA diganti menjadi ORDE BARU dibawah kepemimpinan Soeharto.

Pada jaman Orde baru, peran pemuda juga masih sangat terlihat. Pristiwa malari 1974 , merupakan sebuah pristiwa dimana pemuda/i (mahasiswa/I) menuntut anti modal asing. Semenjak pristiwa itu pergerakan dan suara pemuda/i sengaja dibungkam oleh pihak penguasa. hingga pada pada tahun 1997 pemuda/i Indonesia kemabali berperan dalam menggulingkan pemeritahan Orde Baru yang dianggap telah otiriter dan mengekang kebebasan berpendapat rakyat, yang lebih kita kenal dengan istilah reformasi.

12 Tahun reformsi telah berlalu, tapi perubahan yang diharapkan yang diharapkan pemuda belum begitu maksimal. Padahal telah diadakan 2 kali pemilu sebagai wujud dari kedaulatan rakyat. artinya agenda dan harapan reformasi belum sepenuhnya dapat diperjuangkan diwjudkan oleh pemerintah.

Bila kita kaji lebih lanjut maka peran pemuda/i Indonesia hanya terlihat jelas pada tahun 1997, sedangkan pada PEMILIU1999 dan 2004 pemuda/i indonesia tidak memiliki peran yang cukup berarti. Hal ini mengakibatkan agenda dan harapan reformasi yang mengorbankan banyak nyawa itu hanya sekedar isu mengangkat para calon-calon pemimpin kita. Padahal momen itu sangat penting bagi agenda dan harapan reformasi menuju Indonesia lebih baik.

Momen itu telah berlalu, sekarang kita kembali dihadapkan pada momen serupa yaitu PILPRES 2009, maka sebagai generasi penerus bangsa perlu kita pertanyakan apa yang dapat kita berikan kepada bangsa dan tanah air ini sehingga bangsa dan tanah air kita menjadi lebih baik. Hal ini perlu kita pertanyakan karen PILPRES ini merupakan momen yang sangat penting dan tepat dimana bisa dikatakan PILPRES 2009 ini merupkan momen penentu bagaimana dan kemana Indonesia melangakh 5 tahun kedepan.

Dalam menghadapi PILPRES 2009 yang sebentar lagi kita laksanakan peran pemuda juga telah mulai terlihat, akan tetapi peran pemuda/i itu telah terkotak-kotak dan terpecah belah serta tidak independen lagi. Faktanya ada kelompok pemuda yang mendukung salah satu Calon.

Ironisnya, Pemuda/i itu saling menyerang dan saling menjatuhkan karena Fanatisme terhadap seoarang calon. Hal ini dapat kita lihat jelas pada Forum-forum dan berbagai situs-situs jaringan sosial. Situasi dan kondisi ini sangat menyedihkan dimana idealnya pemuda itu bersatu dan menjaga persatuan. Tapi kenyataannya malah mereka saling menghujat dan membuka konfrontasi.

Bagimana nantinya bangsa ini, jikalau saat ini generasi penerusnyapun telah terpecah belah dan terjadi semacam permusuhan. Hal ini sangat akan merugikan bangsa ini. seharusnya Pemuda/i bersatu dan menyatukan barisan untuk memberi peran dalam mengawal perjalan demokrasi Indonesia menjadi bangsa yang besar menuju Indonesia yang adil dan makmur.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CAPRES DAN WAPRES PILPRES 2009

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CAPRES DAN WAPRES PILPRES 2009 - Setiap kali Dorce mau menutup acara Dorce show disalah satu stasion TV swasta di Indonesia dia selalu mengatakan bahwa Sebagai manusia dia mempunyai kekurangan dan kesempuranaan hanya milik yang kuasa. Kalimat Dorce ini memang tidak bisa kita bantahkan lagi, karena memang sebagai manusia tentunya kita tidak luput dari kekurangan. Walaupun demikian sebagai mahluk yang istimewa maka manusia juga tentunya mempunyai kelebihan. Demikian juga halnya Capres dan Wapres yang berkompemtisi pada PILPRES 2009 yang akan digelar bulan juli nanti.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pada PILPRES 2009 nanti ada 3 pasangan yang akan maju sebagai peserta yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).Dari ketiga pasangan capres tersebut tentunya membawa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka timbul pertanyaan dibenak kita, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari ketiga pasangan capres tersebut?

Hal ini perlu kita ketahui sebagai bahan pembanding agar kita lebih dapat memilih secara bijak, siapa yang kira-kira lebih tepat memimpin kita lima tahun kedepan, sehingga ketika kita memilih bukan karena fanatik tapi karena sebuah kesadaran yang kritis.

dari berbagai sumber kita dapat melihat beberapa kelebihan dan kekurangan ketiga pasangan capres dan wapres tersebut yaitu :
a. Pasangan SBY dan Boediono ( SBY-berBoedi)
Jawabannya: Disini1 Disini2
b. Megawati dan Prabowo
jawabannya: Disini
b. Jusuf kalla - Wiranto
jawabannya :Disini

Dari hasil kajian Pemuda indonesia Baru sendiri, tiap-tiap pasangan tersebut hanya memiliki 1 kelebihan dan 2 kekurangan yaitu:

Pasangan SBY dan Boediono memiliki kelebihan, Lebih tepat lebih baik lanjutkan.
Pasangan Megawati- Prabowo memiliki kelebihan, Mega - Pro rakyat.
Pasangan Jusuf Kalla- Wiranto memiliki kelebihan, Lebih cepat lebih baik.
Sedangkan kekurangan mereka adalah:
SBY - Boediono memiliki kekuranagan, Mega-Pro rakyat dan Lebih cepat lebih baik
Megawati - prabowao memiliki kekurangan, Lebih tepat lebih baik dan lebih cepat lebih baik
Jusuf kalla - Wiranto Memilik kekurangan, Mega-Pro rakyat dan lebih tepat lebih baik lanjutkan.

Artinya bahwa untuk sementara ketiga Capres dan Wapres yang akan maju pada PILPRES 2009 yang akan datang belum ada yang memenuhi kriteria sebagai pemimpim Indonesia 5 tahun kedepan, karena belum sesuai dengan kriteria pemimpin ideal.

selanjutnya : Kriteria Presiden Indonesia.

PILPRES 2009 DAN POLITIK KARBITAN

PILPRES 2009 DAN POLITIK KARBITAN - Bila kita sering membeli buah-buahan dipasar, maka adakalanya kita menemukan buah yang kesannya muda tapi sudah masak dan siap dikonsumsi. Jenis buah yang sering kita jumpai yaitu sering pisang. Hal ini saya ketahui ketika pada suatu hari saya membeli pisang dipasar, ketika itu saya sedikit heran karena ada pisang dengan jenis yang sama tapi harganya berbeda, ketika saya pertanyakan hal itu kepada pedagang tersebut, dia mememberitahukan bahwa pisang yang lebih murah harganya itu tidak masak dipokok melainkan dikarbet yang artinya proses pematangannya dipercepat alias dipaksa.

Mendengar penjelasan pedagang tersebut saya kemudian membeli kedua-duanya, saya penasaran bagaimana sih rasanya ?, memang saya bisa saja bertanya bagaimana perbedaan rasa kedua pisang tersbut kepada pedagang tersebut, akan tetapi persoalan rasa setiap manusia kan relativ, dan pada saat itu memang saya berkeinginan untuk merasakan dan membuktikan bagaimana sebenarnya perbedaan kedua pisang tersebut.

Setelah sampai dirumah, saya langsung memakan kedua pisang tersebut. Pertama saya makan yang karbitan, setelah saya kunyah beberapa kali, rasanya memang sepert pisang dan manis, kemudian saya makan pisang yang masak dipokok. rasanya memang berbeda ada rasa lebih yaitu aromanya yang originil dan kesegaran pisang itu sendiri sehingga memberi rasa lebih nikmat.

Dari segores pengalaman saya tersebut bila dihubungakan dengan PEMILU Legislatif yang telah berlalu maupun PILPRES 2009 yang akan kita laksanakan juli nanti, maka ada semacam persamaan yang jelas dan nyata. Hal itu bisa kita lihat dari ;

Pemilu Legislatif 2009.
Pada pemilu legislatif 2009 kemaren ada beberapa hal yang kesannya dipercepat dan dipaksakan
  1. Adanya Perpu mengenai DPT.
  2. Adanya beberapa Partai yang kemudian hari baru diakui sebagai peserta pemilu.
  3. Adanya wacana pengunduran pemilu legilatif dkarenakan Masalah DPT yang belum sempurna, tapi entah mengapa akhirnya Pemilu tetap dilaksanakan.
  4. Adanya pemajuan tanggal penetapan Perhitungan suara nasional dari tanggal 19-20 mei menjadi 16 mei.Telah ditetapknaya Perolehan kursi DPR walaupun masi ada daerah yang masih bermasalah dalam penghitungan suara dan bebarapa caleg yang sudah meninggalpun ikut ditetapkan sebagai wakil rakyat.
Bebarapa "Karbitan" diatas ternyata mengahasilkan permasalahan-permasalahan. Memang menghasilkan buah tapi rasanya kurang memuaskan.

Demikian halnya dengan PILPRES 2009 yang sebentar lagi akan kita laksanakan aroma "Karbitan" juga sudah mulai nampak dan bisa kita langsung lihat sendiri, mulai dari "karbitan" dari pihak penyelenggara PEMILU maupun Kadindat CAPRES dan WAPRES yang bertarung pada PILPRES juli 2009 nanti. Aroma "Karbitan" itu bisa kita lihat dari berbagai fakta yaitu :

  1. Pemajuan jadwal kampanye CAPRES dan WAPRES
  2. Penentuan CAPRES dan WAPRES yang diusung oleh partai dan beberapa partai kesannya dipaksakan. Seperti SBY dengan Boediono yang menui Protes dari para partai Koalisi pendukungnya, tapi entah kenapa reda begitu saja.Kemudian MEgawati dengan Prabowo yang sebelumnya sama-sama ngotot menjadi CAPRES. Jusuf Kalla denga Wiranto terlampu cepat karena masih banyak kader-kadernya belum siap sehingga menimbulkan konflik intenal partai, contahnya Fadel Muhammad Salah seoarang Ketua DPD Golkar yang mejadi Tim Sukses SBY.
  3. Adanya seorang Istri Seorang Calon yang tiba-tiba mengubah penampilan, karena isu.
Beberapa hal diatas mengindikasikan bahwa ada semacam POLITIK KARBITAN, agar supaya tujuan bisa tetap tercapai yaitu buah Kursi PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN, persoalan apakah nanti rakyat merasakan buah karbetan itu memuaskan atau tidak hal itu persolan kedua bagi mereka. yang penting Buah tersebut cepat masak dan bisa dijual.

PILPRES 2009 - NEOLIBERALISME VS KERAKYATAN 2

PILPRES 2009- NEOLIBERALISME VS KERAKYATAN 2 - Seperti yang telah diuraikan pada PILPRES 2009 - NEOLIBERALISME VS KERAKYATAN 1 tulisan pertama bahwa Sistem Neoliberalisme bukan sebuah sistem yang buruk akan tetapi untuk saat ini sistem ini belum cocok atau belum saatnya diterapkan di Indonesia mengingat saat ini Indonesia belum mempunyai modal yang cukup, karena Inti dari neoliberal adalah Modal, siapa yang mempunyai modal maka dialah yang memegang kendali.

Indonesia memang mempunyai modal yang sangat besar yaitu sumber daya alam yang begitu melimpah ruah akan tetapi dengan Sumber daya manusia seperti saat ini maka kita tidak akan mampu mengolah SDA alam itu menjadi lebih bernilai ekonomis, artinya Penguasaan nilai ekonomis terhapa Sumber daya alam kita itu belum kita pegang. Sehingga bisa kita prediksikan Indonesia hanya akan menjadi sapi perahan atau dengan kata lain habis manis sepah dibuang.

Dilain sisi kita memang butuh investor untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. dan investor akan sangat berkembang apabila kita memanjakan mereka tapi ada konsuekuensi yang harus kita hadapi yaitu sebagian besar masyarakat hanya akan menjadi Kuli karena kemampuan mereka yang belum dapat bersaing dengan Sumber daya manusia negara-negara neoliberal yang telah ada.

Ekonomi kerakyatan kesannya memang lebih mengena dengan situasi dan kondisi Indonesia saat ini karena rakyat memang sangat perlu diperhatikan dan dikedepankan, mulai dari pendidikan, kesehatan, karena kedua hal pokok inilah yang sangat penting dibenahi, karena apabila masyarakat telah pintar dan sehat maka sistem seperti apapun diterapkan maka masyarakat bisa berinetgrasi dengan baik dengan keadaan.

Sistem Neoliberlisme akan datang dengan sendirinya, tidak perlu dipaksakan. karena apabila dipaksakan maka hasinya juga kan prematur dan tidak sesuai dengan harapan.

Kedua sistem ini sebenarnya dapat berjalan beriringan, tergantung bagaimana kebijakan pemerintah mensiasati dan membagi ruang untuk kedua sistem tersebut, tentunya dengan aturan main (rule of law) yang jelas dan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagi jiwa dan Raga Republik Indonesia.

Konsep seperti inilah yang harus bisa dijelaskan kepada masyarakat dan dijalankan oleh paraRata Penuhcalon-calon pemimpin kita yang akan datang, jangan perang isu yang membuat rakyat semakin bingung dan akhirnya memilih untuk memilih GOLPUT.

Capres dan Wapres yang ikut pada PILPRES 2009 ini jangan hanya memikirkan bagaimana mereka supaya menang tapi pikirkan juga rakyat dan kemenagan bangsa ini, karena siapun tidak akan ada yang kalah bila Indonesia menang. Bila perlu satukan Konsep karena Indonesia bisa menang bila terwujud Persatuan dan kesatuan. Merdeka..!!!

PILPRES 2009: NEOLIBERALISME VS KERAKYATAN

PILPRES 2009:NOELIBERAL VS KERAKYATAN - Menjelang PILPRES 2009 ini ada dua isu/wacana yang sangat menarik sekali untuk dibahas, yakni Ekonomi neolibralisme dan ekonomi kerakyatan. Kedua sistem ekonomi ini memang sangat berbeda dan bertentangan , dimana ekonomi neoliberal lebih memanjakan sebagian kecil rakyat yaitu kaum pemodal/investor dari pada sebagian besar rakyat yaitu kaum non pemodal sedangkan ekonomi kerakyatan lebih mementingakan kepentingan sebagian besar rakyat.

Kedua wacana ini memang sangat menarik untuk dibahas mengingat sebentar lagi akan dilaksanakannya PILPRES 2009, karena merupakan momen penting bagi perjalanan bangsa ini dimana PILPRES 2009 nantinya akan menghasilkan siapa yang bakal memimpin Republik ini 5 tahun kedepan.

Sebagai momen penting tentunya momen yang bisa dikatakan penentu langkah dan jalan Indonesia kedepan sudah seharusnya kita sebagai rakyat mengikutinya dengan serius dan teliti sehingga momen ini dapat kita manfaatkan demi masa depan bangsa dan tanah air kita ini menuju lebih baik. Artinya sebagai pemegang kedaulatan, rakyatlah penentu karena kita yang memilih siapa yang menjadi pemimpin kita. Pemilu merupakan momen kita, momen kita berperang da berjuang mencapai apa yang menjadi cita-cita kita bersama.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa calon pemimpin kita ada 3 pasang yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum, yaitu SBY-Boediono , Jusuf kalla-Wiranto, Megawati-Prabowo. Ketiga Capres dan Wapres ini tentunya mempunyai kelebihan-kekurangan dan perbedaan - persamaan, yang jelas salah satu persamaan mereka yaitu sama-sama mau menjadi Presiden dan wakil Presiden dan menyatakan bahwa mereka mampu membawa indonesia.

Entah siapa yang mulai melempar isu bahwa salah satu pasangan Capres dan Wapres pada PILPRES 2009 merupakan penganut paham neoliberal, Kemudian ada juga pasangan yang menyatakan bahwa mereka akan memperjuangkan ekonomi kerakyatan yang merupakan lawan dari neoliberalisme. Kedua hal inilah yang membuat kedua isu ini berkembang menjadi wacana yang menarik.

Isu neoliberalisme sangat melekat dengan sosok Calon wakil presiden SBY yaitu Boediono, sedangkan Ekonomi kerakyatan sangat melekat dengan sosok Megawati dan Prabowo, sedangkan pasangan Jusuf kalla-Wiranto sangat identik dengan istilah lebih cepat lebih baik dan belum pasti apakan mereka menganut sistem neoliberal atau kerakyatan.

Isu ekonomi memang layak jual pada PILPRES kali ini, karena situasi ekonomi dunia dan indonesia yang saat ini dalam keadaan tidak baik ditambah dengan tuntutan masyarakat yang lebih cenderung mengiginkan peningkatan taraf hidup karena kebutuhan yang semakin beraneka ragam yang ditawarkan pasar.

Sistem Neoliberal dan Kerakyatan mempunyai kelebihan dan kekurangan, tapi saat ini melihat dan mengingat situasi indonesia, maka sistem ekonomi liberal belum cocok diterapkan di indonesia. hal ini dikarenakan beberapa alasan yaitu :
  1. Indonesia masih mempunyai utang.
  2. Indonesia belum menguasai teknologi.
  3. Masih tingginya angka kemiskinan.
  4. Indonesia belum memiliki Sumber Daya Manusia yang memadai.
  5. Masih banyaknya sektor-sektor ekonomi penting yang belum dikuasai indonesia misalnya pertambangan.
  6. Pengusaha Indonesia belum mampu bersaing dengan Pengusaha luar negeri.

Hal-hal diataslah yang membuat belum bisa diterapkannya Neoliberalisme di Indonesia. Singkatnya Indonesia belum mempunyai Modal yang cukup untuk sistem ekonomi Neoliberal. adapun modal indonesia hanyalah Sumber daya alam yang berlimpah ruah. dan apabila sistem neoliberal diterapkan maka Kekayaan SDA yang berlimpah tersebut hanya untuk segelintir orang yaitu pemodal.

bersambung... PILPRES 2009:NEOLIBERALISME vs KERAKYATAN 2
ikuti terus Blog ini : http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com










BOEDIONO PENGANUT NEOLIBERALISME

Benarkah Boediono Calon wakil Presiden SBY pada Pemilu presiden yang akan digelar bulan juli nanti seorang penganut Neoliberalisme?

Pertanyan diatas, memang sangat sulit dijawab oleh masyarakat awam, hal ini dikarenakan pengetahuan mereka tentang apa itu Neoliberal itu sangat minim, Bahkan istilah tersebut bagi sebagian orang baru pertamakali ini. Sebenarnya apa itu Paham neoliberal? ( Klik Jawabannya).

Dari pengertian yang kita lihat pada link diatas paling tidak kita sudah sedikit mengetahui apa itu neoliberalisime. Nah maka timbul pertanyan baru bagi kita apakah Boediono penganut paham tersebut? dan apakah cuma beliau saja yang menganut paham tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan itu, maka pertama sekali maka kita harus mengetahui ciri-ciri neoliberalisme ciri-cirinya adalah (Klik Jawabanya Ciri-ciri Neolibealisme). Dari ciri-ciri yang telah kita ketahui maka kita diharapkan mulai mengenal apa itu Neoliberalisme . Kemudian setelah kita mengetahui apa itu neoliberlisme serta ciri-cirnya maka beranjak menuju Profil Boediono, kita bisa melihat dari mana basic ilmunya dan bagaimana pemikiran dia serta bagaimana tindakan beliau.

Setelah kita mengetahui bebearapa hal diatas maka kita dapat menjawab apakah Boediono yang
merupakan Calon Presiden SBY ini merupakan Penganut paham Neoliberalisme. Menurut opini yang berkembang bahwa Boediono merupakan penganut Paham neoliberalisme, hal ini dapat kita baca dan dengar melalui media-media informasi yang ada di tanah air, baik televisi maupun surat kabar.

Opini yang berkembang ini tentunya dibangun dan dimanage sedimikian rupa agar Sosok Boediono lebih dikenal. Hal ini sangat baik untuk referensi kita sejauh mana kita telah mengenal sosok pemimpin kita 5 tahun kedepan. Terlepas siapa yang membentuk opini dan apa motivasi mereka memangun opini tersebut.

Banyak tokoh dengan terang-terangan menyatakan bahwa memang benarBoediono merupakan penganut paham neoliberal, salah satunya Kwik Kian Gie. Kwik Kian gie menyatakan bahwa Baca disini/klik.>> : (Boediono memang penganut neoliberal). Sebagian Partai-partai pendukung yang mengusung Presiden SBY sendiripun, pada awalnya tidak sepakat dengan Sosok Boediono sebagai pendamping SBY salah satu faktonya dikarenakan karena Boediono dianggap penganut Neoliberal.

Opini Boediono penganut paham neoliberal yang dibangun baik yang dibentuk maupun mengalir dengan sendirinya bukan karena tidak beralasan karena dari data-data track record Boediono memang mengindikasikan bahwa Boediono memang pengaut paham neoliberal. Salah satunya beliau pro terhadap penjualan sumber daya dan fasilitas publik kepada invenstor.

Maka selanjutnya pertanyaan yang timbul bagi kita adalah :
Apa akibatnya bagi Indonesia bila Boediono penganut paham Neoliberal?
Apa untung ruginya kepada bangsa indonesia bila Boediono terpilih menjadi Wakil Presiden SBY?
Berbahayakah Paham neoliberlisme diterapkan di Indonesia?
Bagaimanakah Nasib bangsa Indonesia Bila Paham tersebut diterapkan?
Bagaiaman cara mengatasinya?

Pertanyaan diatas, bisa anda jawab sendiri, dan ataupun tunggu Pemuda Indonesia baru akan menjawabnya. Berdasarakan analis yang tajam dan fakta dan data yang akurat. Ikuti terus BLOG INI...

PEMILU 2009 : PERTARUNGAN KELOMPOK TUA VS KELOMPOK MUDA

Pada awal reformasi tahun 1998 beberapa kelompok pemuda intelektual secara progresif mempelopori secara sadar untuk maju bersama, mendorong dan melakukan perlawanan, demi menuntut agar terjadinya suatu perubahan didalam negeri dengan menyatukan gerak dan langkah bersama, demi menumbangkan rezim Presiden Suharto yang dianggap sebagai penghambat “ Demokrasi dan Keadilan “ sekaligus orang yang paling “Bertanggung-Jawab” dalam menghancurkan sistem dan sendi-sendi kenegaraan dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Perjuangan kelompok muda intelektual (mahasiswa) tersebut tidaklah sia-sia belaka, karena kelompok – kelompok yang ada ditengah-tengah masyarakat sangat mendukung 100 % gerakan dan perjuangan kelompok pemuda tersebut. Ada kelompok pedagang, kelompok petani, buruh, supir angkutan umum, kelompok kaum miskin kota dan kelompok masyarakat lainnya berjuang bersama-sama untuk mewujudkan suatu perubahan, demi terciptanya suatu tatanan masyarakat Indonesia yang baru.

Dengan harapan bahwa, pemberantasan terhadap praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Didalam negeri dapat segera teratasi. Akibat perjuangan kelompok pemuda tersebut, maka rezim Suharto yang selama 32 tahun lamanya menancapkan taringnya dibumi pertiwi ini, akhirnya jatuh dan selanjutnya terjadilah PEREBUTAN KEKUASAAN diitingkat Pusat Pemerintahan, baik bidang Eksekutif, Legislative dan Yudikatif. Mereka yang berhasil duduk dalam Pemerintahan umumnya adalah orang-orang yang berasal dari Kelompok Tua, (baca: Kelompok Tua” ber-usia diatas 50 Tahun) Kelompok Tua tersebut sebenarnya selama ini baik secara langsung maupun tidak langsung, telah ikut serta dalam menikmati hasil pada pemerintahan Presiden Suharto.

Perjuangan Kelompok Muda telah “ Didompleng/Ditunggangi ” (baca:dimanfaatkan) oleh Kelompok Tua demi memperoleh kekuasaan semata. Sehingga tidak heran apabia kondisi bangsa ini semakin carut-marut (berantakan) akibat “Negara Ini Telah Salah Urus”. Artinya bahwa banyak pejabat yang duduk sebagai penyelenggara Negara tersebut baik yang berada di Legislatif, eksekutif dan yudikatif adalah memang orang yang tidak memahami dan memliki kemampuan dalam melaksanakan “Tugas, Fungsi dan Wewenangnya” sebagai pejabat pemerintahan. Jadi kita tidak perlu heran apabila sepanjang perjalanan “REFORMASI” selama 10 tahun ini, perkembangan bangsa dan Negara ini terasa berjalan ditempat.

Kesalahan kelompok tua tersebut tidak hanya sampai perebutan kekuasaan semata saja, tetapi melainkan kelompok-kelompok muda intelektual yang telah berjasa besar dalam menumbangkan rezim Suharto, justru “dikotak-katik” sehingga kekuatan dan persatuan kelompok muda tersebut menjadi pecah dan terjadi konflik diantara kelompok itu sendiri. Fenomena ini dapat dilihat ketika rezim Suharto telah runtuh, maka perlahan-perlahan peran pemuda tersebut dianggap sudah tidak diperlukan lagi, sehingga harus disingkirkan.

Pertanyaan, Kenapa Kelompok Pemuda Harus Disingkirkan Oleh Kelompok Tua………..???

Karena sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa kelompok pemuda adalah orang-orang yang selalu sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan suatu perubahan.

Selama 2 (dua) periode atau sekitar 10 tahun lamanya Kelompok Tua telah diberi kesempatan untuk mengurusi Pemerintahan baik bidang Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif, teryata kesempatan tersebut telah disia-siakan oleh Kelompok Tua, justru yang terjadi adalah mereka memperkaya diri sendiri dan kelompok kroni-kroninya.

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat umum saat ini, senang atau tidak senang harus dapat memberikan suatu kepercayaan atau kesempatan kepada pemuda, untuk dapat membuktikan jati diri sebagai pemuda Indonesia yang memiliki kemampuan, kecerdasan dan niat yang tulus untuk memperbaiki kondisi bangsa yang sudah terpuruk ini. Karena kelompok tua sudah cukup lama diberi kepercayaan untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan pemerintahan, teryata mereka GAGAL Keterpurukan ekonomi, Peningkatan Pengangguran, Penegagakan Hukum dilakukan dengan tebang pilih, sehingga ketidak-adilan merajalela dimana-mana. Itulah bukti kegagalan kelompok tua dalam penyelenggaran Negara Indonesia.

SEPULUH JANJI TIDAK DAN ATAU DITEPATI PRESIDEN SBY ( EDISI I)

Sumpah Presiden (Wakil Presiden):
“ Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaikbaiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UndangUndang Dasar dan menjalankan segala undangundang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa”
Demikianlah Bunyi sumpah/Janji yang diucapkan oleh Presiden Republik Indonesia. Sumpah/ Janji idealnya harus ditepati karena Sumpah/janji adalah amanat yang harus ditunaikan. Sebagai manusia, wajar kalau hal itu tidak dapat dilaksanakankan sepenuhnya. Akan tetapi Sebagai "wakil " Tuhan yang dipercayakan oleh rakyat seharusnya Presiden, suka tidak suka mau tidak mau wajib menepatinya. Supaya tidak muncul kesan Presiden seorang yang hanya mengumbar janji. Berikut Janji Presiden SBY yang ditepati dan atau tidak ditepatinya.
1. Janji Tidak Menaikan Minyak

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada APBN tahun 2008. Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. “Tidak ada opsi itu, karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,” kata Presiden kepada wartawan.
Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung. “Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain, supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan,” kata Presiden SBY. (Sumber:http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/23/0900384/
janji.presiden.sby.soal.bbm)
Tetapi janji itu tidak ditepati, Pemerintah tetap menaikan BBM.
2. Komitmen Memangkas Separuh Emisi Indonesia
Pada pertemuan G-8 di Tokyo di depan masyarakat internasional presiden mengutarakan komitmen Indonesia untuk memangkas separuh emisi indonesia dari deforestasi pada 2009. Tetapi komitmen ini berbanding terbalik dengan rencana yang di umumkan departemen pertanian dan departemen kehutan untuk membuka kawasan-kawasan hutan dan lahan gambut untuk dikonversi menjadi bahan kertas dan kelapa sawit. keputusan ini menjadikannya mustahil bagi Presiden untuk memenuhi komitmen.(sumber:http://www.satudunia.net/?q=content/
greenpeace-tagih-janji-presiden-sby-terkait-perubahan-iklim)
3.janji SBY untuk membangun demokrasi melalui kebijakan antidiskriminasi
Akan tetapi, di masa SBY, kebijakan yang diskriminatif dan antipluralisme sangat menonjol, khususnya dalam bidang agama. Terutama terhadap penganut agama dan kepercayaan minoritas. Indikator: Pengabaian hak-hak sipil para penghayat kepercayaan, penyerangan terhadap Ahmadiyah, penutupan gereja-gereja Kristen, dan penangkapan para pimpinan aliran-aliran baru: Lia Eden, Al-Qiyadah, dan lain-lain. Akibatnya, timbul konflik horisontal: kelompok mayoritas menyerang minoritas dengan dalih fatwa MUI.
Sepanjang sejarah RI, baru SBY presiden yang tunduk pada fatwa MUI. Padahal, fatwa MUI tidak punya tempat dalam struktur hukum di Indonesia. Mestinya dia hanya berpedoman pada Pancasila dan UUD ‘45 yang menjamin kemerdekaan setiap warga untuk menganut agama dan kepercayaan masing-masing. (Sumber:http://janjisbyjk.blogspot.com/)

4. Janji Ganti Rugi Korban Lumpur Lapindo
SIDOARJO, SABTU - Warga korban lumpur Lapindo siap berunjuk rasa lagi di Jakarta. Mereka akan menuntut pembayaran ganti rugi pembayaran 80 dan 20 persen yang dijanjikan PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) sebagai juru bayar PT Lapindo Brantas.
"Sekitar 1.800 warga akan berangkat ke Jakarta pada Minggu (8/3) pagi untuk mendesak pemerintah pusat terkait pembayaran ganti rugi yang dijanjikan PT Minarak sebesar Rp 30 juta per bulan, bukan Rp 15 juta per bulan," kata koordinator aksi, Sumitro ketika ditemui di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, Sabtu.
Menurut Sumitro, tujuan utama datang ke Jakarta adalah bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami ingin menagih kepada Pak Presiden terkait proses pembayaran ganti rugi 20 persen dan 80 persen," katanya.
Mereka berharap ada kepastian soal ganti rugi sebelum pemilu legislatif dan pemilihan presiden digelar. Pemerintah berjanji kalau penyelesaian ganti rugi akan selesai pada akhir 2009."Kami ingin menuntut janji yang diucapkan Pak Susilo Bambang Yudhoyono dalam berbagai kesempatan," katanya.
Rencananya, mereka akan berangkat ke Jakarta dengan menumpang kereta api dari Surabaya. Sesampainya di Jakarta mereka akan langsung menuju Tugu Proklamasi, dan selanjutnya melakukan aksi di Istana Negara pada Selasa (10/3). (Sumber Berita :http://regional.kompas.com/read/xml/2009/03/07/19412472/
Besok..Korban.Lapindo.Tagih.Janji.Presiden
)
5. JANJI MEMBERIKAN PENGOBATN GRATIS PENDERITA KANGKER
Penderita Kanker Payudara di Nagrak Gunungputri
Janji SBY belum Ditepati, Diobati Sendiri
GUNUNGPUTRI -
Penderitaan Hasnah (35) belum berakhir. Warga Desa Nagrak RT 01/02 Kecamatan Gunungputri itu menderita kanker payudara kronis. Bahkan, saat ini Hasnah yang rumahnya tak jauh dari kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun dermawan. Sebelumnya, SBY pernah menjanjikan bakal memberikan pengobatan gratis saat Hasnah mengunjungi open house SBY. Namun, hingga kini janji Presiden SBY tak kunjung tiba. Itulah yang membuatnya terus berharap agar dapat meringankan beban penderitaannya. Terlebih dalam sehari dia mengeluarkan darah segar dari dalam tubuh sebanyak satu mangkok. (Sumber : http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MTk2MTU=&click=MTI=)

Bersambung...



Berbagi OPINI

Subscribe Bookmark and Share

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 Subscribe in a reader

Yahoo bot last visit powered by Scriptme Google bot last visit powered by Scriptme